PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT

Pengertian Penyakit – Setiap orang pasti pernah terserang penyakit baik penyakit ringan maupun penyakit kronis. Tubuh manusia tersusun atas berbagai macam organ dan juga jaringan sel yang sangat rentan terserang berbagai macam bibit-bibit penyakit. Pola hidup yang tidak sehat disertai dengan tingkat kebersihan yang tergolong cukup rendah sering kali membuat berbagai macam organ yang ada di dalam tubuh manusia menjadi terserang penyakit.
Lantas apa sih sebenarnya pengertian penyakit itu? Penyakit merupakan sebuah kondisi tidak normalnya sebuah perangkat organ yang ada di dalam tubuh manusia yang menyebabkan rasa sakit yang dapat mengancam keberlangsungan kehidupan orang yang menderitanya.
Selain definisi tersebut, ada banyak sekali definisi dari kata penyakit yang telah diutarakan oleh para ahli yang berasal dari dunia pendidikan dan juga praktisi dunia kesehatan. Beberapa diantara defenisi tersebut yaitu :

Beberapa Pengertian Penyakit

  1. DR. Beate Jacob
Menurut Dr. Beate Jacob, penyakit merupakan sebuah penyimpangan dari kondisi tubuh normal menuju ke ketidakharmonisan jiwa.
  1. Thomas Timmreck
Menurut Thoma Timmreck, penyakit dapat diartikan sebagai sebuah keadaan dimana terdapat gangguan terhadap bentuk ataupun fungsi salah satu bagian tubuh yang menyebabkan tubuh menjadi tidak dapat bekerja dengan normal.
  1. Elizabeth J. Crown
Menurut Elizabeth J. Crown, penyakit merupakan perihal hadirnya sekumpulan respons tubuh yang tidak normal terhadap agen, yang mana manusia memiliki toleransi yang sangat terbatas atau bahkan tidak memiliki toleransi sama sekali.
PENYAKIT MENULAR YANG SERING TERJADI DI LINGKUNGAN SEKOLAH
1. INFEKSI SALURAN PERNAPASAN
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ISPA adalah penyakit menular akibat infeksi pada saluran pernapasan yang seringkali disebabkan oleh virus, namun bisa juga disebabkan oleh bakteri. Influenza adalah salah satu penyebab ISPA. Virus penyebab ISPA menyerang sistem pernapasan, sehingga gejala yang timbul berupa hidung tersumbat, bersin, batuk, dan sakit tenggorokan. Anak juga akan mengalami demam tinggi selama beberapa hari, lemas, sakit kepala, dan nyeri otot. Pada kasus yang lebih berat, kondisi ini dapat berkembang menjadi pneumonia. Baca juga: Takut Tertular Penyakit Saat Penerbangan? Duduklah Dekat Jendela Cara mengobati flu dilakukan dengan beristirahat, cukupi makan, dan minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Bunda dapat memberikan obat flu anak yang banyak dijual di pasaran sesuai dengan gejala yang dialami anak. Imunisasi juga penting sebagai langkah pengegahan penyakit ISPA. 
2. CACAR AIR
Cacar air menjadi penyakit menular yang umum menjangkiti anak berusia di bawah 12 tahun. Cacar air sangat mudah menular melalui udara (bersin dan batuk), kontak langsung dengan air liur penderita, atau cairan dari benjolan cacar yang pecah. Penyakit ini ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, pusing, atau sakit perut yang diikuti munculnya ruam kulit dan benjolan kecil berisi cairan bening. Saat terjangkit cacar, anak akan merasa gatal luar biasa. Tapi, menggaruk benjolan akan menimbulkan bekas luka jika terinfeksi bakteri. Cacar dapat dicegah dengan vaksinasi varicella. 
3. KONJUNGTIVITIS
Konjungtivitis (mata merah) Mata merah termasuk penyakit mudah menular yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Mata merah terjadi karena peradangan konjungtiva, yaitu jaringan yang melapisi bagian dalam kelopak dan bagian putih mata. Gejalanya meliputi mata berair, nyeri saat mengedipkan mata, bengkak pada kelopak mata, mata gatal, hingga keluar nanah pada mata jika disebabkan oleh bakteri. Konjungtivitis terjadi karena infeksi virus dan dapat sembuh sendiri. Namun jika karena bakteri, diperlukan pengobatan antibiotik sesuai resep dokter.
4. GASTROENTERITIS
Gastroenteritis Penyakit menular ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pencernaan. Gejalanya menimbulkan diare, demam, lemas, dan sakit perut. Faktor risiko yang dapat menyebabkan anak terkena gastroenteritis antara lain, sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk, kontak dengan penderita diare, atau mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi virus dan bakteri. Baca juga: Tak Perlu Jongkok di Toilet Umum untuk Menghindari Bakteri.
5. CAMPAK
Campak yang bernama lain rubella ini juga merupakan penyakit menular yang sering terjadi di sekolah. Penyakit ini disebabkan infeksi virus, dengan gejala berupa demam, batuk, hidung berair, sakit tenggorokan, dan mata merah, dan muncul ruam di sekujur tubuh. Penyakit ini menyebar melalui udara, dan anak bisa tertular ketika menghirup udara di dekat penderita campak yang sedang batuk atau bersin. 
6. KUTU RAMBUT
Kutu rambut Kutu rambut merupakan parasit yang hidup dengan menghisap darah dari kulit kepala manusia. Meski tidak berbahaya, kutu rambut sangat mengganggu karena menyebabkan gatal dan iritasi pada kulit kepala. Kutu rambut sangat mudah menular melalui kontak dengan penderita, misalnya duduk bersebelahan atau bermain bersama anak lain yang memiliki kutu rambut. Kutu rambut juga mudah berpindah jika berbagi pakaian, sisir, dan topi, yang adalah kebiasaan yang sering dilakukan anak-anak saat sekolah. Baca juga: 5 Resep Rumahan untuk Menghalau Infeksi Jamur Kuku 
7. KUDIS SKABIES
Kudis Skabies atau yang lebih dikenal dengan kudis, adalah kondisi menyusupnya tungau ke dalam lapisan luar kulit. Gejalanya berupa gatal terutama di malam hari dan muncul benjolan kecil kemerahan. Tungau penyebab kudis berukuran sangat kecil, sehingga tidak tampak oleh mata telanjang. Penyakit ini sangat mudah menular melalui kontak fisik atau pakaian yang dikenakan penderita. Misalnya saat bersalaman, menggantung baju di dekat baju penderita, atau tidur di kasur bertungau. Tak heran jika kudis menjadi penyakit yang sering menjangkiti anak-anak yang tinggal di sekolah asrama. 
8. Kurap Kurap adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jamur. Gejalanya meliputi munculnya bercak merah yang bersisik dan terasa gatal. Anak-anak rentan terkena kurap jika tinggal di lingkungan lembap, mandi di kamar mandi umum, memakai kolam renang umum, atau berbagi peralatan bersama orang lain yang terjangkit kurap. Pengobatan kurap dilakukan dengan mengoleskan krim antijamur. 
9. GONDONGAN-GONDONGAN 
 Gondongan Gondongan dikenal dengan ciri-ciri bengkak pada pipi, leher, dan rahang. Kondisi ini terjadi karena membengkaknya kelenjar liur akibat infeksi virus. Virus dapat menyebar melalui bersin, batuk, menggunakan alat makan bergantian, atau bersentuhan dengan penderita. Baca juga: Waspada, Anak Usia Sekolah Rentan Sakit Demam Berdarah Gondongan biasanya diikuti oleh gejala lain seperti demam, lemas, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, dan nyeri otot. Penyakit menular yang biasa terjadi di sekolah ini tidak membutuhkan pengobatan khusus dan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Gondongan dapat dicegah dengan vaksinasi MMR. Cara mencegah terkena penyakit menular - Ajarkan anak kebiasaan cuci tangan yang benar. - Berikan vaksinasi sesuai jadwal. - Ajarkan anak agar tidak berbagi barang pribadi dengan teman-temannya. Jika anak tinggal di asrama, bekali dengan barang pribadi yang cukup, seperti seprai, alat makan, dan handuk, agar tidak perlu meminjam pada anak lain. - Jaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah, terutama kebersihan makanan dan toilet. Baca juga: Sabun Cuci Tangan Cair atau Batang, Mana Lebih Sehat? - Saat anak terkena penyakit menular, biarkan dia beristirahat di rumah agar tidak menulari teman sekelasnya. Apabila terkena flu misalnya, anak disarankan tidak masuk sekolah paling tidak satu hari sampai demamnya reda dan gejalanya membaik. - Berikan anak makanan bergizi seimbang, termasuk sayuran dan buah-buahan. Menu makanan sehat dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah tertular penyakit.

Komentar